Kuliner Indonesiaminuman

senangkuliner.com – belitung kota sejuta warung kopi di Indonesia

2018 – belitung surga nya sejuta warung kopi di Indonesia

Selain kedai mie rebus bakso pinggir jalan, kota Tanjung Pandan belitung merupakan kota surga nya para penggemar kopi. Warung kopi banyak bertebaran hampir di semua sudut kota, dan selalu saja di penuhi warga lokal atau wisatawan yang nongkrong baik tua maupun muda.  Seperti nya nongkrong di warung kopi sudah merupakan gaya hidup warga kota Belitung. Saat pagi dan sore menjelang malam banyak dijumpai warung-warung kopi yang dipenuhi dengan pengunjung. Menu pelengkap yang ada di warung kopi saat sarapan biasanya tersedia aneka kue jajanan pasar, aneka gorengan dan nasi bungkus daun simpur dengan porsi mini yang tersaji di meja-meja kedai sehingga memudahkan para pengunjung untuk mencomot satu per satu sambil menyeruput kopi hangat khas Belitung. Saat sore menjelang malam, menu pelengkap nya lebih variatif dan ada kalanya tersedia menu makan berat seperti roti bakar, nasi goreng, dan menu lain. Jadi bila sobat senangkuliner sedang berwisata ke kota Belitung, sempatkanlah barang sekali untuk mampir ke salah satu kedai kopi ini, untuk merasakan atmosfer keunikan gaya hidup ngopi dan nongkrong warga belitung yang sudah berlangsung puluhan tahun ini.

Setidaknya ada dua kedai kopi yang unik dan legendaris di kota Tanjung Pandan belitung ini, dan untungnya okasi nya pun sangat berdekatan. Masih di sekitar bunderan Batu Satam. Kedua nya adalah Kedai Kopi Kong Djie Siburik yang berada di Jalan Siburik Barat dan Kedai Kopi Akie di kawasan Kavling Senang jalan Sriwijaya kota Tanjung Pandan. Kedai Kopi Kong Djie Siburik mulai berjualan sejak tahun 1943, dengan tetap mempertahankan desain interior bangunan dan cara menyeduh kopi yang khas hingga saat ini. Kedai kopi ini diteruskan oleh generasi kedua Ho Kong Djie. Ciri khas dari penyajian seduhan warung kopi Kong Djie adalah keberadaan tiga atau empat teko dengan tinggi 60 cm dan 30 cm untuk menghasilkan biang kopi yang nantinya disimpan dalam teko-teko siap saji. Bubuk kopi spesial Kong Jie ditaruh dalam ketel-ketel ini dengan sebelumnya dialasi kain kaos 555 sebagai media penyaring bubuk kopi saat dituang air panas untuk menghasilkan biang kopi siap saji. Air yang sangat panas lebih dari 100 derajat celsius dan proses pendidihan air dengan arang kayu merupakan salah satu rahasia mengapa seduhan kopi di kedai ini harum dan nikmat. Rahasia lain, takaran dan campuran beberapa varian kopi plus paduan resep rahasia turun temurun sejak tahun 1943 menjadikan secangkir kopi kedai ini menjadi idaman para penggemarnya di pagi, siang dan malam hari.

Saat pembeli memesan secangkir kopi, sesendok gula atau susu kental manis akan dituang ke dalam gelas, sebelum kucuran biang kopi sampai seukuran setengah gelas. Tahap terakhir baru tuangan air panas sampai gelas hampir penuh dan segelas kopi khas kedai Kong Djie siap dinikmati para pembelinya. Untuk menemani sruputan kopi nan hangat dan ngobrol santai, kedai ini juga menyediakan makanan kecil berupa kue jajajan pasar, gorengan, dan nasi bungkus daun simpur. Nikmat dan lengkap bukan. Bila mampir ke kedai ini cobalah mencicipi secangkir kopi dan kopi susu yang merupakan menu favorit di kedai legendaris ini. Ough ya, kedai kopi ini telah menjalin kerja sama waralaba dengan beberapa warung kopi yang ada di kota Tanjung Pandan, jadi jangan heran bila sobat senangkuliner.com menemukan brand name warung kopi Kong Djie yang bertebaran di berbagai sudut kota Tanjung Pandan. Karena memang warung-warung itu menggunakan bubuk kopi dan menerapkan cara penyeduhan yang mengadopsi teknik seduh Kong Djie dengan memanfaatkan ketel-ketel alumunium aneka ukuran ketinggian. Sebenarnya gelar kedai kopi paling tua di Tanjung Pandan menjadi milik warung kopi Akie yang berada di komplek bisnis Kavling Senang Jalan Sriwijaya. Komplek ini pas banget berada di pinggir Bunderan Batu Satam. Kavling Senang sudah ada sejak jaman pendudukan Belanda. Dibangun khusus untuk tempat bersenang-senang pejabat dan orang-orang penting Belanda yang ada di kota Tanjung Pandan saat itu.

Sebelumnya, pendiri kedai kopi Akie menjajakan minuman kopi dengan gerobak di pinggiran Bundaran Batu Satam ini. Setelah kompleks kavling senang diresmikan, pihak pengelola kompleks menarik masuk gerobak jualan kopi Akie ke dalam komplek hiburan untuk melayani para pengunjung yang umumnya para pejabat dan orang penting pemerintahan pendudukan Belanda. Sampai saat ini, kedai kopi Akie masih menempati salah satu ruko bertingkat dua di komplek kavling senang dengan arsitektur yang masih dipertahankan seperti aslinya saat proses renovasi yang dilakukan oleh pemerintah kota setempat. Generasi penerus bisnis warung kopi keluarga ini masih tetap mempertahankan cara penyeduhan kopi dengan menggunakan ketel-ketel kuningan warisan pendiri kedai kopi ini sampai saat ini. Sayang kami tidak sempat mencicip secangkir kopi hangat racikan kedai kopi Akie nan legendaris ini. Padahal kami sudah sempat berkunjung sebanyak dua kali ke gerai ini, pada pagi hari selepas jalan-jalan pagi dan malam hari saat mau balik ke hotel sehabis jalan-jalan di kompleks perbelanjaan Barata yang tak jauh dari komplkes ini. Namun karena kami tidak ngeh bahwa kedai kopi ini merupakan salah satu kedai kopi bersejarah dan unik, kami pun melewatkan pengalaman berharga untuk menikmati secangkir kopi hangat seduhan khas warung kopi Akie. Next time, if i fly to Belitong Island again, i hope i can enjoy one cup of this unique hot coffee. Jadi bila sobat senangkuliner.com sedang berlibur ke kota Tanjung Pandan sempatkanlah nongkrong sejenak sambil menyeruput kopi hangat di dua kedai kopi ini sembari berbaur dengan warga lokal, dijamin akan merasakan nikmatnya seruputan kopi dengan nuasan atmosfir yang unik dan tak terlupakan. Pulau Belitung memang surga nya sejuta kedai kopi di Indonesia.

 

2 thoughts on “senangkuliner.com – belitung kota sejuta warung kopi di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *